Oleh :
@RidhwanBatutah
“Hanya satu tanah yang bisa
disebut tanah airku.
Ia berkembang dengan amal, dan
amal itu adalah amalku”
(Bung Hatta)
Tulisan sederhana yang sedang Anda baca ini tidak
akan lahir tanpa tanggung jawab moral saya terhadap kemajuan Program Studi
budidaya Perairan tercinta. Ada banyak cara yang bisa ditempuh oleh setiap
orang untuk berkontribusi dalam kemajuan almamaternya, tergantung pada kemauan
yang dimiliki setiap orang. Ketika banyak orang mulai berani dan pintar
berbicara dan saya tidak didengarkan lagi. Saya memilih menulis, karena yang
saya punya, yang bisa saya berikan kepada Program Studi dan rekan-rekan
Mahasiswa adalah pemikiran. Saya tidak mempunyai kelebihan finansial untuk
disumbangkan kepada banyak orang. Toh, berbagi pemikiran tidak kalah penting dibandingkan
berbagi materi.
Musyawarah
luar biasa adalah hajat besar yang akhirnya terselenggara beberapa hari
kemarin. Meski dalam pelaksanaanya masih jauh dari harapan sebagian anggota. Terlaksananya
MUBES dengan catatan dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari anggota tetap.
Nyatanya yang hadir di bawah standar, yang artinya tidak mencapai 2/3 dari
anggota kepengurusan. Beberapa Mahasiswa sangat menyayangkan hal ini dengan
tidak meratanya informasi atau undangan baik secara tertulis atau pun lisan. Bukan
saja terkait penyebaran informasi yang menjadi masalah, pelaksanaan MUBES
sendiri yang sebenarnya harus dilaksanakan pada bulan September, beberapa
angkatan hanya diwakili oleh beberapa orang terlihat dari angkatan 2011 yang
hanya dihadiri oleh 4 orang, padahal periode ini adalah jatah bagi angkatan 2011 untuk memegang saham
kedaulatan di himpunan. Bahkan dari anggota kepengurusan lama dan Dewan Pertimbangan
Organisasi tidak kelihatan batang hidungnya. Beberapa peserta MUBES hilir-mudik
keluar masuk ruangan tidak jelas. Belum lagi beberapa peserta MUBES seolah
tidak memiliki akal untuk berfikir dengan seenak udelnya menyetujui setiap
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tanpa ada justifikasi yang jelas. Hanya
pemilihan ketua baru himpunan-lah yang setidaknya membuat pengurus lama
bernafas panjang dan sebagian peserta MUBES merasa senang dan terharu. Mungkin
bagi sebagian peserta melihat event tersebut telah menghasilkan sesuatu yang besar
sesuai dengan nama Musyawarah Besar atau telah menciptakan sejarah baru bagi
Program Studi Budidaya Perairan. Akan tetapi semua itu, ternyata kita hanya mampu
untuk berkhayal tentang kepengurusan yang tidak jelas citranya. Bagaimana
tidak, dalam proses Musyawarah Besar yang notabene besar hanya mampu melahirkan
pemikir-pemikir kerdil yang hanya ingin mempertahankan dan memperkenalkan
kehebatan diri sendiri tanpa mau sedikit mendengar, merenungkan serta meresapi
apa sebetulnya hakikat Musyawarah Besar sehingga kegiatan ini sangat penting
untuk dilakukan. Tetapi yang terjadi adalah upaya mengukuhkan budaya ‘menjilat’
atau di dalam bahasa Samawa “malela”, sehingga tidak banyak dari peserta yang
kecewa terhadap pelaksanaannya karena tidak sesuai dengan nilai-nilai etika
keorganisasian. Inilah suasana yang terjadi di`dalam proses Musyawarah Besar.
Tentu semua ini membuat persendian kita kecewa.
yah" semuax yg dilihat yang didengar dan dirsakan (bagi yang mempunyai rasa danhati) itu adalah sebuah PROSES dan "attarbiyyah"...Sekarang yg menjadi PR bagi temen2 setelah bisa merasakan, mengungkapkan, "apa refleksi dari apa yg telah dialami???"...."kinerja sekarang untuk perubahanx..OK!! dan mari cari solusi ber sama di Tahun ke VII HIMAPIKA ini "thanx, n mohom ma'ap wassalammm...
BalasHapushai coook, u sadar gk sama yg kmu omongkan,,,,,,,
BalasHapusgak usah sok pinter sama organisasi,,,
berapalama u kenal himapika,,, apa pengalaman u di organisasi n berapa banyak organisasi yg u ikuti,,,, saya sebagai pengurus lama tersinggung sama apa yg u tulis,,, u itu anak kemarin sore,, masih ingusan gk usah ngesok. u bodoh tau gimana ? nulis kayak gitu,,, kakak tingketmu tersinggung, harusnya u minta maaf kalau u punya OTAK, pi gk tau kalu OTAK mu mikroo..... saya tunggu u minta maaf sama pengurus lama himapika..
eko' seng sabar eko'....jangan sampei tendang meja"
Hapus