Senin, 04 November 2013

MEMOTRET PELAKSANAAN MUBES YANG BURAM

Oleh : @RidhwanBatutah
“Hanya satu tanah yang bisa disebut tanah airku.
Ia berkembang dengan amal, dan amal itu adalah amalku”
(Bung Hatta)

Tulisan sederhana yang sedang Anda baca ini tidak akan lahir tanpa tanggung jawab moral saya terhadap kemajuan Program Studi budidaya Perairan tercinta. Ada banyak cara yang bisa ditempuh oleh setiap orang untuk berkontribusi dalam kemajuan almamaternya, tergantung pada kemauan yang dimiliki setiap orang. Ketika banyak orang mulai berani dan pintar berbicara dan saya tidak didengarkan lagi. Saya memilih menulis, karena yang saya punya, yang bisa saya berikan kepada Program Studi dan rekan-rekan Mahasiswa adalah pemikiran. Saya tidak mempunyai kelebihan finansial untuk disumbangkan kepada banyak orang. Toh, berbagi pemikiran tidak kalah penting dibandingkan berbagi materi.

 Musyawarah luar biasa adalah hajat besar yang akhirnya terselenggara beberapa hari kemarin. Meski dalam pelaksanaanya masih jauh dari harapan sebagian anggota. Terlaksananya MUBES dengan catatan dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari anggota tetap. Nyatanya yang hadir di bawah standar, yang artinya tidak mencapai 2/3 dari anggota kepengurusan. Beberapa Mahasiswa sangat menyayangkan hal ini dengan tidak meratanya informasi atau undangan baik secara tertulis atau pun lisan. Bukan saja terkait penyebaran informasi yang menjadi masalah, pelaksanaan MUBES sendiri yang sebenarnya harus dilaksanakan pada bulan September, beberapa angkatan hanya diwakili oleh beberapa orang terlihat dari angkatan 2011 yang hanya dihadiri oleh 4 orang, padahal periode ini adalah  jatah bagi angkatan 2011 untuk memegang saham kedaulatan di himpunan. Bahkan dari anggota kepengurusan lama dan Dewan Pertimbangan Organisasi tidak kelihatan batang hidungnya. Beberapa peserta MUBES hilir-mudik keluar masuk ruangan tidak jelas. Belum lagi beberapa peserta MUBES seolah tidak memiliki akal untuk berfikir dengan seenak udelnya menyetujui setiap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tanpa ada justifikasi yang jelas. Hanya pemilihan ketua baru himpunan-lah yang setidaknya membuat pengurus lama bernafas panjang dan sebagian peserta MUBES merasa senang dan terharu. Mungkin bagi sebagian peserta melihat event tersebut telah menghasilkan sesuatu yang besar sesuai dengan nama Musyawarah Besar atau telah menciptakan sejarah baru bagi Program Studi Budidaya Perairan. Akan tetapi semua itu, ternyata kita hanya mampu untuk berkhayal tentang kepengurusan yang tidak jelas citranya. Bagaimana tidak, dalam proses Musyawarah Besar yang notabene besar hanya mampu melahirkan pemikir-pemikir kerdil yang hanya ingin mempertahankan dan memperkenalkan kehebatan diri sendiri tanpa mau sedikit mendengar, merenungkan serta meresapi apa sebetulnya hakikat Musyawarah Besar sehingga kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan. Tetapi yang terjadi adalah upaya mengukuhkan budaya ‘menjilat’ atau di dalam bahasa Samawa “malela”, sehingga tidak banyak dari peserta yang kecewa terhadap pelaksanaannya karena tidak sesuai dengan nilai-nilai etika keorganisasian. Inilah suasana yang terjadi di`dalam proses Musyawarah Besar. Tentu semua ini membuat persendian kita kecewa.

3 komentar:

  1. yah" semuax yg dilihat yang didengar dan dirsakan (bagi yang mempunyai rasa danhati) itu adalah sebuah PROSES dan "attarbiyyah"...Sekarang yg menjadi PR bagi temen2 setelah bisa merasakan, mengungkapkan, "apa refleksi dari apa yg telah dialami???"...."kinerja sekarang untuk perubahanx..OK!! dan mari cari solusi ber sama di Tahun ke VII HIMAPIKA ini "thanx, n mohom ma'ap wassalammm...

    BalasHapus
  2. hai coook, u sadar gk sama yg kmu omongkan,,,,,,,
    gak usah sok pinter sama organisasi,,,
    berapalama u kenal himapika,,, apa pengalaman u di organisasi n berapa banyak organisasi yg u ikuti,,,, saya sebagai pengurus lama tersinggung sama apa yg u tulis,,, u itu anak kemarin sore,, masih ingusan gk usah ngesok. u bodoh tau gimana ? nulis kayak gitu,,, kakak tingketmu tersinggung, harusnya u minta maaf kalau u punya OTAK, pi gk tau kalu OTAK mu mikroo..... saya tunggu u minta maaf sama pengurus lama himapika..

    BalasHapus
    Balasan
    1. eko' seng sabar eko'....jangan sampei tendang meja"

      Hapus